JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut bahwa daya tahan ekonomi Indonesia harus menjadi lebih kuat demi mengantisipasi hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19 ke depannya.
"Ini salah satu tantangan yang sedang kita hadapi saat ini, karena daya tahan ini sangatlah penting," ujar Perry dalam Konferensi Internasional Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan ke-15 secara virtual di Jakarta, Kamis (2/9/2021).
Baca Juga: Tegas! Gubernur BI Larang Penyedia Jasa Pembayaran Fasilitasi Pinjol Ilegal
Dia mengatakan, pemulihan ekonomi berbagai negara dunia saat ini berlangsung berbeda-beda di tengah pandemi yang menghantui. Hal ini karena bergantung pada cara negara tersebut menangani pandemi lewat vaksinasi, stimulus fiskal dan moneter, serta kondisi global.
"Negara yang bisa cepat melakukan vaksinasi dengan stimulus yang besar akan tumbuh sangat cepat," tambahnya.
Baca Juga: BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai Puncaknya pada 2024-2025
Perry mencontohkan China dan Amerika Serikat sebagai negara yang berhasil pulih secara pesat dari pandemi karena besarnya stimulus yang diberikan. Di sisi lain, ekonomi China diperkirakan tumbuh 8,4% pada tahun 2021 dan 5,5% di 2022, sementara AS diprediksi tumbuh 6,8% di tahun ini dan 3,4% di 2022.