JAKARTA - Holding BUMN Ultra Mikro memasuki tahap akhir. holding memasuki tahap penyerahan saham negara dari pada PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM kepada PT Bank BRI (Persero) Tbk,. Dimana, nilai pengalihan saham mencapai Rp 54,7 triliun.
Adanya holding ini akan memudahkan pemberian kredit atau pembiayaan kepada UMKM dengan bunga murah. Langkah itu dinilai sebagai bentuk keberpihakan perusahaan pelat merah kepada pelaku usaha skala mikro.
Baca Juga: Holding Ultra Mikro, Pemerintah Alihkan Saham Rp54,7 Triliun
Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, target pembentukan holding bisa rampung pada November 2021 ini. Hal itu sesuai kesepakatan awal dengan Direktur Utama ketiga perseroan.
"Karena itu, saya mengharapkan penggabungan daripada BRI, Pegadaian dan juga PNM, disini saya ada catatannya, bahwa ingin memastikan bisa terjadi bagaimana keberpihakan bunga lebih murah untuk yang di bawah. Dan sesuai kesepakatan kita waktu itu para Dirut November ini sudah benar-benar terjadi," ujar Erick, Senin (13/9/2021).
Baca Juga: Holding Ultra Mikro Dongkrak Penyaluran Kredit UMKM
Catatan Kementerian BUMN, integrasi bisnis antara Pegadaian, PNM, dan BRI harus mendorong bisnis UMKM. Pasalnya, dari pantauan langsung Erick Thohir di lapangan, sejumlah pelaku usaha mikro begitu membutuhkan kemudahan kredit.