Pembangunan Persinyalan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikebut

Antara, Jurnalis
Jum'at 24 September 2021 15:47 WIB
KCIC percepat konstruksi kereta cepat jakarta-bandung (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - PT KCIC mempercepat pembangunan konstruksi dan persiapan Operation Maintenance Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Di antaranya menyiapkan sistem persinyalan yang menjadi salah satu kunci safety operation.

Manager Technical Design PT KCIC, Indra Yulianto mengatakan untuk persinyalan Kereta Api Cepat akan menggunakan Teknologi GSM-R sebagai teknologi transmisi data (train control data) mengadopsi teknologi yang dipakai di China Railway.

Baca Juga: Intip Peluang Bisnis di Area Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung

China Railway, kata dia, saat ini menggunakan sistem persinyalan CTCS-2 dan CTCS-3/GSM-R untuk mendukung pengoperasian jalur Kereta Api Cepat sepanjang 37.900 kilometer. CTCS-2 digunakan untuk mendukung pengoperasian Kereta Api Cepat dengan kecepatan maksimum 300 km/jam dan CTCS-3/GSM-R dengan kecepatan maksimum 350 km/jam.

Teknologi ini dipilih karena GSM-R sudah proven (terbukti) dari sisi keselamatan dan dioperasikan banyak operator Kereta Api Cepat di dunia seperti di Eropa, China, Arab Saudi, dan Maroko. Teknologi ini juga termasuk teknologi yang stabil dan sudah terstandardisasi oleh UIC atau International Union of Railways (Uni Kereta Api Internasional).

Artinya bahwa teknologi CTCS-3/GSM-R masih akan diandalkan oleh sebagian besar operator Kereta Api Cepat di dunia dalam masa sekarang dan yang akan datang.

Baca Juga: Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah 78,86%, Beroperasinya Kapan?

"Teknologi GSM-R ini adalah yang paling mapan dan sudah terbukti dari berbagai sisi untuk digunakan pada Kereta Api Cepat. Terutama dari sisi keamanan. Teknologi ini stabil, dari sisi proteksi terhadap interferensi frekuensi," ujar Indra, Jumat (24/9/2021).

Adapun teknologi lainnya yang berbasiskan LTE, sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan.

"China Railway baru melakukan tahapan pengembangan teknologi LTE untuk mendukung pengoperasian Kereta Api Cepat, untuk sampai dengan tahapan implementasi masih membutuhkan waktu yang cukup lama serta biaya yang sangat besar untuk proses migrasi dari GSM-R ke LTE-R atau 5G-R," kata dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya