2 Perusahaan China Ini Berpotensi Gagal Bayar Utang dan Mau Bangkrut, Waspada Evergrande Jilid II!

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis
Selasa 05 Oktober 2021 19:18 WIB
2 Perusahaan China Gagal Bayar Utang
Share :

Sementara itu, perusahaan pemeringkat saham dan obligasi S&P Global Ratings menurunkan peringkat satu perusahaan lain, yakni Sinic Holdings, dari "CCC+" menjadi "CC".

Dilansir dari situs S&P, “CCC” berarti perusahaan saat ini rentan dan bergantung pada kondisi bisnis, keuangan, dan ekonomi yang menguntungkan untuk memenuhi komitmen keuangan. Sementara itu, “CC” berarti perusahaan sangat rentan. Meskipun tidak ada default, ini bisa terjadi dalam waktu dekat.

“Kami menurunkan peringkat karena kami yakin Sinic telah mengalami masalah likuiditas yang parah dan kemampuan membayar utangnya hampir hilang,” tulis S&P.

Sementara Sinic berpotensi gagal bayar obligasi USD246 juta yang jatuh tempo pada 18 Oktober. Saham pengembang real estat China itu pun telah dihentikan sejak 20 September lalu.

Melatarbelakangi kasus tersebut, developer real estate terbesar kedua di China, Evergrande, telah menimbulkan kekhawatiran investor soal sektor properti.

Hingga saat ini, Evergrande tidak membayar bunga pada dua obligasi luar negeri dolar AS dan dilaporkan tengah mencari dana tunai untuk membayar pemasok dan investor.

Akhirnya, developer lain pun berebut uang, menandakan tekanan lebih lanjut dalam sektor ini. Pengamat industri khawatir krisis Evergrande menyebabkan penularan yang memukul pertumbuhan ekonomi China. Pasalnya, para analis menyebut sektor real estate di China menyumbang 15% dari Produk Domestik Bruto.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya