Dengan surat utang Liberty dan Victory ini, AS mampu mengumpulkan dana lebih dari USD17 miliar atau setara USD6,5 triliun nilai saat ini (Rp95.950 triliun dengan kurs Rp14.300 per USD). Sebanyak 68% rakyat Amerika membeli surat utang Liberty dan Victory untuk membiayai Perang Dunia Pertama. Sedangkan USD8,8 milyar biaya perang diperoleh dari pajak.
Belanja perang AS terhitung besar. Sebelum Perang Dunia I (1913-1916) belanja pemerintah federal AS dalam setahun hanya USD750 juta. Namun, belanja federal untuk perang pada tahun 1919 melonjak hingga USD18,5 miliar.
"Sejarah, data dan fakta memberikan perspektif dan kesempatan kita belajar, agar mampu menghadapi tantangan kedepan dan terus menempuh perjuangan mencapai cita-cita bangsa kita sendiri. Tidak ada cita-cita dicapai tanpa perjuangan!" pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)