JAKARTA - Sektor rumah tapak diprediksi akan menjadi sektor properti yang bisa pulih lebih cepat di tengah pandemi Covid-19.
Hunian ini dinilai lebih banyak diminati oleh pembeli dibandingkan sektor kondominium yang lebih diminati oleh para investor.
“Kita lihat bahwa perumahan tapak adalah salah satu tipe perumahan yang diminati oleh pembeli jika kita bandingkan dengan sektor kondominium yang memang lebih secara historis kita tahu lebih didominasi oleh investor,” kata Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim dalam webinar, Jakarta, Selasa (19/10/2021).
Baca Juga: Ibu Kota Pindah, Bagaimana Nasib Pasar Properti di Jabodetabek?
Adapun permintaan terhadap rumah tapak yang masih sehat ini tak terlepas dari empat faktor, yaitu:
1. Keterjangkauan Harga
Faktor ini merupakan faktor utama yang dipertimbangkan konsumen. Saat ini, sudah banyak tersedia perumahan tapak yang menawarkan harga terjangkau.
2. Kelengkapan Fasilitas
Kelengkapan fasilitas menjadi faktor kedua yang dipertimbangkan pembeli saat memutuskan untuk membeli rumah tapak. Selain fasilitas yang tersedia di dalam rumah, fasilitas di lingkungan juga berpengaruh terhadap pertimbangan pembeli.
3. Reputasi Pengembang
Secara tidak langsung, reputasi pengembang juga menjadi pertimbangan pembeli. Jika reputasi baik, maka peluang pembelian unit jadi meningkat.
4. Kedekatan dengan Transportasi Publik
Faktor yang tak kalah penting yaitu kedekatan lokasi rumah tapak dengan transportasi publik. Makin banyak akses transportasi, makin diminati pula rumah tapak itu.
(Dani Jumadil Akhir)