Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa dalam upaya pemulihan berkelanjutan selama pandemi diperlukan strategi untuk merancang green recovery yang antara lain melalui komitmen untuk building green growth dan investasi pada new renewable energy yang dilakukan dengan cara yang terjangkau dan adil, serta dengan memperkenalkan carbon market termasuk carbon taxation.
“Peran lembaga multilateral seperti PBB, WHO, World Bank dan IMF dalam mengkoordinasikan dan memfasilitasi kerja sama ini sangat penting. Sumber daya keuangan untuk menyediakan global public goods dalam menjaga kesiapsiagaan pandemi membutuhkan kerja sama di tingkat global," ujarnya.
Sri Mulyani menggarisbawahi bahwa perlunya kolaborasi dan koordinasi di tingkat kawasan dan global untuk mengatasi tantangan reformasi dan pemulihan perekonomian dan kesehatan masyarakat di masa pandemi.
“Committee on MPFD bertemu setiap dua tahun dan berfungsi sebagai platform untuk mengevaluasi kebijakan dan opsi pembangunan ekonomi regional, serta pendekatan terpadu untuk pembiayaan pembangunan. Pada sesi ketiga kali ini, dibahas berbagai langkah fiskal, moneter dan keuangan yang akan mendukung kawasan dalam mendapatkan kembali momentum ekonomi dan memastikan bahwa pemulihan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” tandasnya.
(Feby Novalius)