Gaya Hidup, Perubahan Iklim hingga Jejak Karbon Orang-Orang Terkaya Dunia

Tim Okezone, Jurnalis
Minggu 31 Oktober 2021 10:11 WIB
Perubahan Iklim hingga Jejak Karbon Orang Kaya Dunia (Foto: Reuters)
Share :

Akibatnya, jejak karbon yang sangat besar dari masyarakat terkaya membuat kesenjangan semakin lebar dan mengancam kemampuan dunia untuk mencegah bencana perubahan iklim.

Siapakah yang dimaksud dengan orang kaya?

Ketika kita memikirkan orang kaya, kita mungkin memikirkan jutawan dan miliarder yang memiliki jet pribadi dan banyak rumah mewah.

Akan tetapi, penghasilan $38.000 (Rp539 juta) per tahun sudah cukup untuk menempatkan seseorang dalam 10% orang terkaya di dunia, dan $109.000 (Rp1,5 miliar) per tahun menempatkan mereka di 1% teratas.

 

Pencemar elit

Statistiknya mengejutkan: 10% orang terkaya di dunia bertanggung jawab atas sekitar setengah dari emisi global pada tahun 2015, menurut laporan Oxfam dan Stockholm Environment Institute pada 2020.

Adapun 1% orang terkaya di dunia bertanggung jawab atas 15% emisi, hampir dua kali lipat 50% penduduk termiskin, yang hanya bertanggung jawab atas 7% dan akan menanggung dampak iklim meskipun mereka mempunyai andil paling sedikit dalam menyebabkannya.

Seiring orang-orang kaya berlomba-lomba menghabiskan sisa "anggaran karbon" - jumlah gas rumah kaca yang mungkin dikeluarkan tanpa mendorong pemanasan global melampaui 1,5C pada akhir abad ini - mereka "tidak memberi ruang bagi 50% terbawah populasi untuk meningkatkan emisi mereka ke titik di mana mereka benar-benar dapat memenuhi kebutuhan mereka", kata Emily Ghosh, staf ilmuwan di Institut Lingkungan Stockholm.

Dario Kenner, penulis Carbon Inequality: The Role of the Richest in Climate Change, menciptakan istilah "pencemar elit" untuk menjabarkan orang-orang terkaya di masyarakat yang menaruh investasi besar dalam bahan bakar fosil, serta memberikan dampak iklim yang kuat dengan gaya hidup boros karbon mereka.

Tetapi sementara para pencemar elit memberi dampak yang tidak proporsional, orang-orang terkaya di dunia mencakup bagian yang lebih luas dalam populasi.

Saat ini, kebanyakan orang di negara-negara kaya mengonsumsi dengan cara yang mempercepat bencana iklim.

Ketika Anda memperhitungkan emisi dari barang-barang impor, rata-rata warga Inggris mengeluarkan 8,5 ton karbon per tahun, menurut Hot or Cool Institute.

Angka tersebut naik menjadi 14,2 ton di Kanada, negara dengan emisi tertinggi di antara negara-negara yang disurvei lembaga tersebut.

Supaya pemanasan global tidak lebih dari 1,5C, angka tersebut harus turun drastis menjadi 0,7 ton per orang pada tahun 2050.

Konsumsi pribadi adalah topik yang sulit untuk dibahas.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya