JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat sepanjang perdagangan pada hari ini. Penguatan IHSG didorong data ekonomi di dalam negeri dan luar negeri.
"IHSG diprediksi hari ini menguat ya, di mana level support yang dilihat saat ini di level 6.540-6.626," ujar Equity Analyst Erdikha Elit Sekuritas Hendri Widiantoro dalam Power Breakfast IDX, Senin (1/11/2021)
Mengenai sentimen, Hendri mengatakan dominasinya masih dari Indonesia. "Kita lihat dari luar kita lihat beberapa indeks acuan ada penguatan all time high nya, dari Indonesia juga hari ini ada dua rilis data yang penting yaitu inflasi dan PMI manufaktur. Dari rilis data yang cukup impresif bagi Indonesia PMI Manufacturing ya yang mana tadi sudah dirilis dan terekspansi ke level 57,2 di mana level sebelumnya 55,2," katanya.
Menurutnya, hal itu terjadi karena memang adanya pelonggaran PPKM saat itu dan terkendalinya kasus Covid-19 saat ini. Kemudian dari sisi PMI cukup positif dan Hendri melihat dari sisi inflasi juga diperkirakan akan meningkat jadi ini menjadi katalis yang saat ini bahwa daya saing di masyarakat meningkat.
Saham-saham yang bisa dicermati menurut Hendri adalah sektor perbankan seperti BBTN dan emiten pendorong yaitu PGAS.
IHSG pada pembukaan perdagangan Senin (1/11/2021) menguat di level 6.618,12 dan menyentuh level tertingginya pada 6.624,82 pada beberapa menit setelah pembukaan. Tercatat, sebanyak 173 saham menguat, 43 stagnan, serta 194 diantaranya mengalami pelemahan. Kapitalisasi pasar terpantau sebesar Rp8.154,55 triliun.
(Dani Jumadil Akhir)