NEW YORK - Dolar AS melesat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Dolar mencapai level tertinggi, data harga konsumen AS melonjak ke tingkat tertinggi sejak 1990.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya pun naik 0,96% pada 94,8580 setelah mencapai 94,876, level tertinggi dalam lebih dari 15 bulan.
"Data inflasi yang kuat membuat investor berspekulasi tentang kenaikan suku bunga lebih awal daripada yang ingin dilakukan Fed," kata Seorang Analis Valas Independen, Erik Bregar, dikutip dari Antara, Kamis (11/11/2021).
Baca Juga: Dolar Lesu karena Investor Fokus The Fed dan Inflasi AS
Departemen Tenaga Kerja AS mencatat indeks harga konsumen naik 0,9% bulan lalu setelah naik 0,4% pada September. Hingga Oktober, indeks harga konsumen meningkat 6,2% atau di atas perkiraan rata-rata kenaikan sebesar 5,8%.
Data tersebut memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.
Sementara itu, Dolar menambah kenaikannya ketika sesi berlanjut dengan bantuan dari pelonggaran reli harga emas dan berakhirnya opsi euro/dolar, menurut Bregar.
Baca Juga: Dolar Melemah 0,11%, Investor Menanti Rilis Iinflasi AS
Kemudian greenback mendapat dorongan lebih lanjut setelah pukul 13.00 waktu setempat menyusul lelang obligasi 30 tahun yang lemah yang mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi.
Euro terakhir melemah 1,0% pada USD1,1481 setelah di awal sesi menyentuh USD1,1480 level terendah sejak 21 Juli 2020.