JAKARTA - Pasca kebakaran tanki di Kilang Minyak Cilacap, PT Pertamina (Persero) menegaskan stok dan proses distribusi bahan bakar minyak (BBM) masih dalam kondisi aman.
Pertamina juga terus melakukan koordinasi dengan stakeholder untuk pemulihan pasca terbakarnya tanki 36T-102.
Baca Juga: Polri Terjunkan Tim Inafis Selidiki Kebakaran Tangki Kilang Minyak Cilacap
"Status kita lakukan recovery dan koordinasi dengan stakeholder. Sementara untuk dengan masyarakat sudah dilakukan assessment dan pengumpulan data," ujar Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Ifki Sukarya ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (15/11/2021).
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, SH C&T, Alfian Nasution pada Minggu (14/11) mengatakan, kondisi stok nasional masih dalam keadaan aman. Ketahanan stok produk Premium 27 hari, Pertalite diatas 10 hari, Pertamax 15 hari, Turbo 50 hari, Solar 20 hari, Avtur 35 hari, dan LPG diatas 12 hari.
Baca Juga: Penjelasan BMKG Terkait Petir yang Diduga Penyebab Terbakarnya Tangki Minyak Cilacap
"Jadi kondisi stok nasional masih sangat baik, kami juga terus memonitor kondisi stok secara real time melalui Pertamina Integrated Command Centre (PICC). Pendistribusian saat ini juga berlangsung dengan normal untuk wilayah Jawa Tengah dan sebagai Jawa Barat, cakupan wilayah yang disuplai dari Kilang RU IV Cilacap," jelas Alfian.
Alfian melanjutkan, berdasarkan informasi yang diterima kilang atau fasilitas produksi RU IV Cilacap tetap beroperasi meskipun tidak dalam kapasitas maksimal, sehingga tetap dapat menyuplai BBM, LPG, dan Avtur.
Melalui pipa, RU IV Cilacap menyuplai kebeberapa Terminal BBM dan LPG, seperti Lomanis, Maos, Rewulu, dan Boyolali untuk di Jawa Tengah, serta ke Tasikmalaya, dan Bandung Grup di Jawa Barat. Melalui kapal, RU IV Cilacap menyuplai beberapa wilayah di Regional Jawa Bagian Barat (JBB), Jawa Bagian Tengah (JBT) hingga ke Jawa Timur, termasuk produk Avtur.
"Pertamina Patra Niaga juga akan menyiapkan beberapa mekanisme suplai Reguler, Alternatif, dan Emergency (RAE) sebagai kontigensi plan, antisipasi sehingga suplai ke masyarakat dapat berjalan dengan maksimal," jelasnya.
Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan BBM dan LPG.
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu panik, Pertamina Patra Niaga akan tetap fokus melakukan penyaluran dan memastikan ketersediaan BBM, LPG, dan Avtur untuk melayani kebutuhan masyarakat," tandasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)