Sampai akhir tahun 2021, HKMU menargetkan adanya penambahan restrukturisasi yang disetujui sekitar Rp150 miliar untuk memacu pertumbuhan bisnis Grup HKMU.
“Kondisi pandemi ke depannya masih akan sangat menantang, kami berharap kondisi pandemi di Indonesia akan terus membaik. Dengan sejumlah langkah strategis yang telah disiapkan oleh perusahaan, kami optimistis kinerja keuangan perusahaan akan semakin membaik," jelasnya.
Muhammad Kuncoro, Direktur Utama HKMU pernah menyampaikan, saat ini perseroan sedang dalam tahap negosiasi dengan beberapa kontraktor untuk dapat berpartisipasi dalam proyek Ibu Kota Baru di Kalimantan.
Selain itu, Muhammad Kuncoro juga menyampaikan untuk mendukung rencana pengembangan bisnis juga, HKMU juga sedang dalam menginisiasi unit usaha baru yang berfokus di Fabrikasi Aluminium dan Fascade Solution Centre dimana segmentasi pasarnya adalah langsung kepada pemilik & konsultan proyek, arsitek, kontraktor & subkon serta eksportir.
Disampaikannya, unit usaha ini akan melengkapi integrasi lini bisnis perseroan mulai dari pabrik aluminium ekstrusi sampai dengan ke aplikasi produk finished goods.
“Dengan adanya inisiatif baru tersebut kami proyeksikan hal ini akan dapat secara langsung memberikan dampak positif ke bisnis Perusahaan baik dari peningkatan pendapatan, marjin laba kotor hingga laba bersih perseroan,” kata Muhammad.
(Taufik Fajar)