Kemudian, komoditas lain yang juga mencatatkan hasil positif yakni besi baja. Pada 2021, ekspor baja tembus USD 10,86 miliar. Sebagian besar atau sebanyak 69 persen diekspor ke China dengan nilai mencapai USD 7,5 miliar.
Menurutnya, melonjaknya ekspor baja ke China mampu memperbaiki defisit neraca perdagangan dengan Negeri Tirai Bambu. Bahkan, capaian itu menjadi rekor terbaik sejak 2008-2009 yang tidak pernah kurang dari USD 12 miliar melalui satu produk.
"Jadi ini adalah prestasi luar biasa, dan ini adalah komitmen dari pemerintah untuk memastikan tidak ada penjualan barang mentah dari Indonesia terutama dari komoditas pertambangan. Ini merupakan komitmen yang sangat penting," ungkapnya.
(Feby Novalius)