4. ‘Cinta Buta’ Bahayakan Garuda
Saat ini upaya restrukturisasi dan negosiasi utang Garuda Indonesia senilai USD9,8 miliar atau setara Rp139 triliun terus dilakukan pemegang saham. Meski begitu, Erick memastikan pihaknya tidak 'cinta buta' terhadap upaya penyelamatan maskapai penerbangan pelat merah itu.
"Cinta buta yang akhirnya membahayakan pengambilan keputusan dan juga membahayakan Garuda sendiri, inilah posisi-posisi yang tidak mudah, ini bagian tanggung jawab BUMN," katanya.
5. Sewa yang Mahal Hingga Dugaan Korupsi
Erick Thohir menyebut, ada skenario mencari keuntungan pribadi saat pengadaan pesawat Garuda Indonesia. Pernyataan itu menyusul bunga sewa pesawat sejumlah armada mencapai 28 persen atau paling tinggi di dunia. Tercatat, bunga sewa pesawat Garuda Indonesia mencapai 28 persen dari rata-rata bunga sewa di pasar global yang hanya menyentuh 6 persen saja.
"Hari ini kita masuk dulu restrukturisasi Garuda, di mana, kita harus negosiasi sewa yang ada kasus korupsinya dan ada kemahalannya sampai 28 persen dibandingkan negara lain. Kita jalan ke situ dulu, bukan pilihan yang muda. Setelah ini restrukturisasi, bisnis modelnya kita harus fokus dalam negeri untuk beberapa tahun kedepan untuk menyehatkan keuangan Garuda," tutur Erick.
(Feby Novalius)