Dyah menambahkan, tidak hanya di SPBU Kwitang, ada beberapa toilet SPBU yang pernah didatanginya dan harus membayar sejumlah uang alias tidak gratis.
“Kadang ya beberapa waktu itu maksa juga. Masuknya sih iya gratis tapi kan keluarnya ada yang jaga, kita enggak enak kalau engak mau bayar. Kadang ya yang jaga bapak-bapak pakai bajunya sih iya seragam Pertamina atau SPBU, padahal saya kan warga sekitar sini tapi ya tetap kadang harus bayar,” katanya.
Meski demikian, sebagai pengunjung dia tak keberatan untuk membayar sejumlah uang untuk membantu operasional fasilitas umum tersebut.
(Dani Jumadil Akhir)