Penutupan kode broker dan informasi itu ditujukan untuk meningkatkan tata kelola pasar dengan mengurangi herding behaviour dan mengurangi kebutuhan bandwidth data yang menyebabkan keterlambatan dalam aktivitas perdagangan dikarenakan meningkatnya frekuensi transaksi.
Laksono juga menegaskan bahwa penutupan kode broker dan tipe investor tersebut juga tidak akan membuat BEI semakin tertutup karena sudah dipraktikkan di bursa-bursa lain di dunia.
BEI juga akan melakukan penyesuaian mekanisme pre closing perdagangan saham. Bursa akan menambahkan fitur Indicative Equilibrium Price (IEP), Indicative Equilibrium Volume (IEV) dan Random Closing. Fitur tersebut untuk mendorong pembentukan harga penutupan yang lebih wajar dan mencegah pergerakan harga yang tajam saat penutupan.
Selain itu, untuk meredam terjadinya manipulasi harga penutupan, meningkatkan transparansi pembentukan harga penutupan, meningkatkan terjadinya transaksi di sesi pre-closing, dan benchmarking penerapan mekanisme pre-closing bursa lain.
Bursa juga akan menambahkan fitur Market Order guna memudahkan investor untuk menyampaikan pesanan pada harga pasar (cukup input volume) dan meningkatkan potensi terjadinya transaksi sehingga mendorong terciptanya likuiditas pasar.
Terakhir, bursa melakukan perpanjangan waktu perdagangan di pasar negosiasi untuk mengakomodasi masukan dan kebutuhan dari pelaku pasar seperti perusahaan efek dan nasabah kelembagaan yang membutuhkan waktu tambahan untuk melakukan transaksi di akhir hari.
(Dani Jumadil Akhir)