Lebih lanjut, mengutip data Riset Global “The Stars Aligned”, HSBC juga melihat pertumbuhan yang kuat dalam baja tahan karat dan ekspor lainnya yang terkait dengan rantai pasokan nikel Indonesia dalam perjalanan memainkan peran yang semakin besar dalam rantai pasokan kendaraan listrik global.
Menurut Eri Budiono, saat ini merupakan periode yang menarik bagi Indonesia selagi pemerintah menitikberatkan pembangunan di sektor ekonomi digital dan rantai pasok batere EV. Selain itu, Indonesia berkomitmen untuk mendukung transisi ke net-zero sejalan dengan yang telah dicanangkan dalam forum COP26.
“Ambisi ini selaras dengan tujuan strategis HSBC dalam hal memberikan solusi digital dan inovatif kepada klien kami, mendukung investasi masuk ke Indonesia, dan membantu klien kami bertransisi ke jejak karbon yang lebih rendah,” ucapnya.
Indonesia pun terus melihat industri ekspor baru di sepanjang rantai pasokan nikel, seperti baja tahan karat dan baterai EV. Dalam laporan ini, HSBC menyesuaikan perkiraan defisit transaksi berjalan untuk 2021-23 menjadi 0,3 persen, 1,2 persen, dan 1,9 persen dari PDB (dari 0,8 persen, 1,6 persen, dan 2,1 persen).
(CM)
(Karina Asta Widara )