2. Aktivitas Ekspor Terhambat
Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, Omicron bisa menahan momentum pemulihan ekonomi Indonesia. Dia mengatakan, selama setahun ini ekonomi Indonesia ditunjang oleh aktivitas ekspor.
Bila Omicron meluas, rantai pasok berkemungkinan bakal terhambat karena ada pengetatan di berbagai negara. Bisa-bisa ekspor terhenti dan kontribusinya ke ekonomi Indonesia berkurang.
“Misalnya dari sisi ekspor, selama ini sektor ini kan diandalkan di 2021 untuk menunjang pertumbuhan ekonomi. Takutnya ekspor ini jadi tertunda karena logistik terganggu imbas Omicron,” ujar Bhima kepada wartawan.
3. Kesejahteraan Masyarakat Menurun
Bhima juga menilai, aktivitas ekonomi akan kembali dibatasi bila Omicron benar-benar masuk ke Indonesia. Implikasinya adalah kesejahteraan masyarakat yang bisa menurun imbas penurunan aktivitas ekonomi.
“Dikhawatirkan ada pembatasan sosial kalau benar-benar masuk. Kalau iya, konsumsi rumah tangga bisa melemah dan belanja tertekan. Belum lagi banyak hal yang menaikkan biaya hidup. Misalnya ada rencana pencabutan subsidi listrik, belum lagi tekanan harga pangan. Sekarang aja minyak goreng,” ungkap Bhima.
(Taufik Fajar)