Mamit menyampaikan, bahwa tahun 2017 harga LPG berdasarkan CP Aramco berada di angka USD578 per MT dengan kurs Rp13.450 per USD. Namun semenjak tahun 2021 ini, harga LPG mengalami kenaikan yang tinggi.
"Saat ini harga LPG berdasarkan CP Aramco pada November 2021 sebesar USD847 per MT dengan kurs Rp14.200 per USD, jadi kenaikannya sudah mencapai 78% dari tahun 2017 yang lalu. Sementara harga LPG non subsidi masih bertahan," katanya.
Menurut dia, pangsa pasar LPG non subsidi saat ini hanya berada 7,5% dari total penjualan LPG oleh Pertamina.
"Meskipun hanya 7,5% tapi ini sangat berdampak terhadap keuangan Pertamina karena selisih harga yang begitu besar. Dan seharusnya karena LPG ini merupakan non subsidi maka seharusnya memang mengikuti harga pasar yang berlaku. Sama seperti BBM yang dijual oleh SPBU swasta yang menyesuaikan dengan naik turunnya harga minyak dunia," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)