Keith kemudian mendirikan kedai kopinya sendiri. Namun, di tengah jalan, dia mengalami krisis tenaga kerja. Keith pun coba untuk berfokus pada kerja teknologi.
Dari masalah yang ada, Keith mendirikan Crown Digital. Adapun Crown Digital adalah sebuah startup yang bertujuan untuk mengatasi kesulitan di sektor F&B.
Robot Ella adalah produk debut perusahaan tersebut. Robot otomatis yang dirancang untuk meniru pekerjaan server kopi manusia.
Robot ini beroperasi sepanjang waktu dan dapat menyajikan hingga 200 cangkir kopi per jam. Jumlah ini empat kali lebih banyak dari kopi yang disajikan oleh barista manusia pada umumnya.
Selain menyajikan dengan cepat, efisiensi ini juga berpengaruh pada biaya yang harus dibayar konsumen. Sebagai contohnya, satu cangkir latte di Singapura biasanya dijual dengan harga sekitar USD4,5, Ella menjual latte dengan harga USD3.
Crown Digital merancang robot Ella agar mampu mendeteksi serta mengatasi tumpahan atau kesalahan yang terjadi pada sistemnya. Keith menyatakan, teknologi ini didesain untuk lokasi dengan tingkat kepadatan tinggi di mana kecepatan adalah hal yang diutamakan, seperti bandara atau kantor.
“Ada peluang di mana Anda hanya ingin kecepatan, konsistensi, dan kemudahan pemesanan, di situlah robotika benar-benar dapat berperan,” katanya.
(Dani Jumadil Akhir)