"Kita akan menghadapi potensi divergensi kebijakan moneter antar bank sentral seiring dengan perbedaan kecepatan proses pemulihan pasca pandemi, sehingga ini penting untuk dibahas," katanya.
Menurut dia, beberapa negara pulih lebih cepat dari yang lain, sehingga menciptakan perbedaan dalam pembangunan ekonomi dan respons kebijakan.
Dengan demikian, normalisasi kebijakan moneter, terutama oleh bank-bank sentral utama tentu akan berdampak luas pada pasar keuangan global, terutama kepada aliran modal di negara emerging market.
(Taufik Fajar)