Oleh karena itu, Mike menyebut perlu mengantisipasi kondisi darurat dengan mempunyai dana darurat, asuransi jiwa dan kesehatan. Hal demikian, sebagai suatu cara untuk mengcover risiko kekurangan kebutuhan lainnya.
“Jadi, harus seimbang antara kita bisa berinvestasi menyimpan uang kita untuk berjaga-jaga, tapi juga jangan semuanya ditaruh secara aman. Maksudnya jangan semuanya ditaruh secara konservatif,” jelasnya.
Mike pun memaparkan untuk 2022 ini, diperlukan pengetahuan serta rasa keingintahuan terhadap istilah baru yang tengah beredar seperti Non-Fungible Token (NFT). Bukan tanpa alasan, hal ini mengingat di tahun 2022 dan tahun mendatang akan terus berkembang.
Menurutnya, sejak 2019 mengelola keuangan itu bukan sekadar mengelola keuangan lagi, tapi ditambahkan kata digital karena nanti mengelola keuangan akan dilakukan digital online.
Di samping itu, dirinya berujar tips mengelola keuangan 2022 adalah jika mendengar suatu terobosan dalam cara berinvestasi suatu teknologi finansial terbaru atau suatu teknologi digital tahun 2022 dan seterusnya yakni pada 2023, 2024, 2025 disarankan mulai untuk berinvestasi.
“Tahun 2022 kita itu tidak bisa tidak tahu gitu, kita harus tahu, harus cari tahu. Jadi kalau cuma denger-denger aja, ada cryptocurrency, blockchain, NFT. Tapi tidak tahu itu apa, nanti Anda bisa ketinggalan,” paparnya.
(Feby Novalius)