Pembatasan Ekspor Batu Bara Indonesia Bikin Geger Pasar Dunia

Agregasi VOA, Jurnalis
Senin 31 Januari 2022 07:49 WIB
Larangan ekspor batu bara Indonesia bikin geger pasar dunia (Foto: Okezone)
Share :

"Ekonomi ... bergantung pada ekspor komoditas yang tumbuh untuk pendapatan valuta asing yang pada akhirnya mendukung stabilitas makro dan menyediakan dana untuk investasi," kepala penelitian ekonomi Asia di HSBC Fred Neumann mengatakan kepada Reuters.

Sebagai pemasok utama batu bara termal, minyak sawit dan nikel, langkah Indonesia dalam membuat harga masing-masing komoditas tersebut meroket, dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan importer bahan bakar, makanan, dan bahan manufaktur tentang potensi gangguan pasokan.

Benchmark minyak sawit berjangka Malaysia dan nikel Shanghai melonjak ke level tertinggi sepanjang masa minggu ini, sebagian karena ancaman atau potensi pembatasan pasokan Indonesia.

Larangan ekspor batu bara bulan Januari diberlakukan setelah perusahaan energi dalam negeri, mengalami kelangkaan pasokan bahan bakar. Hal itu menyebabkan para pedagang dari Tokyo hingga Kolombo berebut untuk mengganti pasokan yang hilang.

Di pasar batu bara internasional, harga mingguan batu bara Newcastle melonjak lebih dari sepertiga selama ketiadaan pasokan dari Indonesia. Hal itu meningkatkan tekanan pada importer batu bara utama, seperti Jepang dan Korea Selatan, karena permintaan meningkat untuk menyalakan pemanas selama musim dingin. Kedua negara meminta Jakarta untuk segera memulihkan arus awal bulan ini.

Kepanikan pembeli sangat mereda setelah Jakarta sebagian melonggarkan larangan ekspor untuk 139 perusahaan batu bara yang telah memenuhi apa yang disebut Kewajiban Pasar Domestik (DMO) pada 20 Januari, dengan lebih banyak penambang yang diizinkan untuk memulai kembali ekspor sejak saat itu. Namun masyarakat internasional tetap waspada terhadap pemotongan pasokan yang tidak terduga di masa depan.

"Saya pikir mitra dagang memahami bahwa politik dalam negeri dan kepentingan nasional (dalam kasus peristiwa baru-baru ini - ketahanan energi) masih memainkan peran yang kuat dalam pembuatan kebijakan," kata Achmad Sukarsono, seorang analis politik di Control Risks. Ia mencatat nasionalisme ekonomi seperti itu mungkin terjadi menjelang Pilkada 2024.

"Bersikap ramah kepada investor asing atau mitra dagang tidak memenangkan suara,” katanya.

Produsen timah terbesar kedua di dunia juga lambat dalam mengeluarkan izin ekspor sejauh ini pada 2022. Sejumlah analis memperkirakan pemerintah mungkin belum selesai mengubah kebijakannya dan dapat mempengaruhi pasokan timah solder.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya