JAKARTA - Minat investor pada lelang SUN hari ini masih terlihat solid. Pelaku pasar sudah mulai melakukan price in atas sikap hawkish dari Bank Sentral AS. Selain itu, likuiditas di pasar keuangan domestik masih sangat ample.
"Incoming bids pada lelang hari ini sebesar Rp72,07 triliun masih lebih tinggi dari target sebesar Rp25,0 triliun. Dengan demikian bid to cover ratio adalah sebesar 2,88 kali," ungkap Plt Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Deni Ridwan, Kamis(3/2/2022).
Baca Juga: Pemerintah Serap Rp8 Triliun dari Lelang SUN
Adapun fokus investor pada lelang kali ini adalah dua SUN seri benchmark dengan tenor 10 dan 20 tahun. Incoming bids untuk kedua seri tersebut mencapai 41,06% dari total incoming bids. Selain itu juga incoming bids terbesar pada lelang SUN hari ini adalah pada tenor 20 tahun sebesar yaitu dari Rp15,76 triliun.
"Lelang hari ini masih di dominasi oleh investor domestik yang mencapai 93,74% dari incoming bids. Sementara itu, partisipasi investor asing pada lelang hari ini sebesar Rp4,51 triliun atau 6,26% dari total incoming bids. Selanjutnya, total yang dimenangkan untuk investor asing sebesar Rp2,25 triliun atau 8,99%, dengan mayoritas dari tenor 5 tahun, masih lebih tinggi dari rata-rata lelang terakhir yaitu sebesar 6,53%," jelas Deni.
Baca Juga:Investor Domestik Kuasai Surat Utang Negara
Partisipasi investor asing pada lelang hari ini masih dipengaruhi oleh libur imlek terutama pada negara-negara Asia seperti Tiongkok, Hongkong, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Vietnam dan Malaysia.