"Masalah yang ada di kita saat ini adalah kita cadangan bauksit nomor enam terbesar di dunia, tapi bauksit kita ini kita ekspor setelah di ekspor jadi alumina, kita impor kembali. Nah itu yang menjadi problem yang harusnya karena kita punya cadangan nomor enam di dunia, harusnya kita adalah eksportir alumunium, tapi faktanya hari ini kita impor alumunium ini yang kita berikan tugas kepada Inalum, supaya mengurangi angka importasi dari alumunium," sebut legislator dapil Sumatera Utara II tersebut.
Oleh sebab itu, kapasitas produksi alumunium dalam negeri perlu terus didorong dengan memanfaatkan semaksimal mungkin cadangan bauksit yang dimiliki. "Kapasitas produksi alumuniun yang harus kita dorong untuk dinaikkan dengan menggunakan cadangan bauksit kita," tutup Lamhot.
(Taufik Fajar)