Tingkatkan Pendapatan Petani, Kementan Gulirkan Program UPPO untuk Petani Ende

Agustina Wulandari , Jurnalis
Selasa 08 Februari 2022 19:50 WIB
Mentan SYL. (Foto: Dok.Kementan RI)
Share :

ENDE - Kementerian Pertanian (Kementan) merealisasikan program bantuan ternak sapi dan Usaha Pembuatan Pupuk Organik (UPPO) untuk Kelompok Tani Milenial Group di Desa Wewaria, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) berharap dengan bantuan UPPO ini petani dapat memproduksi serta menggunakan pupuk organik dan meningkatkan produksi pertanian juga pendapatan petani.

"Manfaatkan fasilitas ini dengan baik untuk meningkatkan produktivitas pertanian," ujar Mentan SYL.

Dikatakannya, program UPPO ini juga untuk mendorong percepatan pengembangan penerapan pupuk organik di tingkat petani. Selain itu juga menIngkatkan optimalisasi penggunaan pupuk organik, mendorong peningkatan pendapatan petani melalui peningkatan produksi maupun efisiensi biaya usaha tani dan memanfaatkan pupuk kandang.


"Tentu harapannya dapat meningkatkan penggunaan pupuk organik di tingkat petani, meningkatnya optimalisasi penggunaan pupuk organik, meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil produksi dan berkurangnya biaya usaha tani sebagai akibat efisiensi penggunaan pupuk," tuturnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menjelaskan, pembangunan UPPO diarahkan pada lokasi yang memiliki potensi sumber bahan baku pembuatan kompos, terutama limbah organik/limbah panen tanaman, kotoran hewan/limbah ternak dan sampah organik rumah tangga pada sub sektor tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan rakyat dan peternakan, terutama pada kawasan pengembangan desa organik.

Lebih lanjut ia mengatakan, Kementan mendorong petani untuk menggunakan pupuk organik untuk turut merehabilitasi tanah. "Pupuk organik dapat menyediakan hara tanaman dan memperbaiki struktur tanah, baik dalam memperbaiki drainase dan pori-pori tanah," ucapnya.

Ali melanjutkan, Kementan bukan mendorong substitusi pupuk kimia ke pupuk organik. "Kami mendorong penggunaan pupuk secara berimbang karena zat hara yang dibutuhkan tanaman juga ada di pupuk anorganik. Karenanya, petani harus seimbang dalam menggunakan kedua pupuk tersebut agar lahan sehat, produksi meningkat dan produktivitas melesat," ujarnya.

Menurutnya, Kementan memberikan stimulan bantuan kepada kelompok tani yang dikelola secara swadaya berupa UPPO untuk produksi pupuk kandang sebagai pupuk dasar tanaman. "Harapannya, pupuk kandang ini mampu mempercepat pertumbuhan pakan ternak," katanya.

Direktur Pupuk dan Pestisida Ditjen PSP Kementan Muhammad Hatta menambahkan, pupuk kandang yang akan diproduksi adalah pupuk organik berbahan dasar kotoran hewan (kohe) merupakan bahan utama kesuburan lahan pada setiap musim tanam.

Kebutuhan pupuk kandang atau kompos setiap tahunnya selalu bertambah, sehingga beberapa kelompok tani berharap mendapatkan bantuan UPPO untuk mencukupi kebutuhan pupuk kompos bagi anggotanya atau untuk usaha produksi dan dipasarkan.

"Kami berharap kelompok tani segera dapat mewujudkan pembangunan UPPO yang terdiri dari kandang sapi komunal, rumah kompos, kantor UPPO, mesin APO, motor roda tiga sebagai alat transportasi barang yang dikerjakan secara swakelola," tuturnya.

CM

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya