Rupiah Perkasa 2 Hari Berturut-turut, Sore Ini Ditutup Menguat di Rp14.299/USD

Anggie Ariesta, Jurnalis
Selasa 15 Februari 2022 16:37 WIB
Rupiah menguat 2 hari berturut. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Nilai tukar rupiah hari ini ditutup menguat 26 poin ke level Rp14.299 dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp14.326.

Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat direntang Rp14.270 - Rp14.300.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah menguat didorong oleh sentimen geopolitik hingga kenaikan suku bunga The Fed.

Diketahui, bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Senin meminta warga untuk mengibarkan bendera negara dari gedung-gedung dan menyanyikan lagu kebangsaan secara serempak.

"Sementara itu, pejabat Federal Reserve AS terus berdebat tentang seberapa agresif untuk memulai kenaikan suku bunga yang akan datang pada pertemuan Maret mereka. Presiden Fed St Louis James Bullard, yang menyerukan kenaikan besar 50 basis poin pada minggu sebelumnya, mengulangi seruan untuk menaikkan suku bunga lebih cepat pada hari Senin," tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (15/2/2022).

 BACA JUGA:Rupiah Kian Perkasa, Ditutup Menguat ke Rp14.326/USD

Ibrahim menjelaskan, rekan Bullard lebih berhati-hati dalam pernyataan mereka, dan The Fed juga akan merilis dari pertemuan terbaru pada hari Rabu.

Reserve Bank of Australia merilis dari pertemuannya sendiri pada hari sebelumnya.

Ketegangan di Ukraina dan prospek yang lebih agresif untuk suku bunga dana Fed keduanya mendukung dolar dalam waktu dekat, ahli strategi mata uang senior Commonwealth Bank Of Australia Kim Mundy.

Di Asia Pasifik, data yang dirilis pada hari sebelumnya menunjukkan bahwa PDB Jepang tumbuh 1,3% kuartal-ke-kuartal dan 5,4% tahun-ke-tahun pada kuartal keempat 2021.

 BACA JUGA:Pekerjaan di RI dengan Gaji Ratusan Juta Rupiah, Tertarik?

Meskipun penurunan jumlah kasus Covid-19 di negara itu membantu meningkatkan konsumsi, kenaikan biaya bahan baku dan lonjakan infeksi varian Omicron mengaburkan pandangan.

Sedangkan dari sentimen domestik, Bank Indonesia mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV-2021 mencapai 415,1 miliar dolar AS atau turun dari posisi triwulan sebelumnya yang sebesar USD424 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menyatakan, penurunan itu disebabkan oleh penurunan posisi ULN sektor publik yakni pemerintah dan bank sentral serta sektor swasta.

Secara tahunan posisi ULN Kuartal Keempat 2021 terkontraksi 0,4 persen (yoy) setelah tumbuh 3,8 persen (yoy) pada Kuartal sebelumnya.

Untuk ULN pemerintah pada Kuartal Keempat 2021 tercatat sebesar 200,2 miliar dolar AS turut menurun dari posisi triwulan sebelumnya sebesar USD205,5 miliar atau terkontraksi 3 persen (yoy) setelah tumbuh 4,1 persen (yoy) pada Kuartal Ketigat 2021.

Penurunan ULN terjadi seiring beberapa seri Surat Berharga Negara( SBN) yang jatuh tempo dan pelunasan sebagian pokok pinjaman di Kuartal Keempat 2021.

Selanjutnya Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, Indonesia mengalami surplus neraca dagang USD930 juta pada Januari 2022 kemarin.

Dengan demikian, RI mencatatkan surplus selama 21 bulan berturut-turut.

Meski surplus, sejatinya angkanya mengecil jika dibanding Desember 2021 yang masih USD1,02 miliar.

Surplus tersebut berasal dari selisih nilai ekspor yang mencapai USD19,16 miliar atau naik 35,31 persen dan impor senilai USD18,23 miliar atau naik 36,77 persen pada Januari kemarin.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya