JAKARTA - Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso menyatakan bahwa utang berbunga perusahaan turun sebesar Rp 94,2 triliun atau 12% dibandingkan dengan periode yang sama 2020, year to date (ytd) hingga September 2021.
Menurutnya di2020 liabilitas MIND ID tercatat mencapai Rp 108 triliun, atau naik 16,27% year on year (yoy), dimana pada 2019 liabilitas MIND ID sebesar Rp 93,05 triliun.
"Hutang berbunga, Alhamdulillah juga turun Bapak Ibu semua yaitu Rp 94,2 triliun atau 12,7% lebih rendah dari ytd 2020," ungkap Hendi saat rapat bersama anggota DPR RI di Jakarta , Rabu (16/2/2022).
Kemudian kata dia, kas dan setara kas mencapai Rp 38,1 triliun, atau lebih rendah 23,1% dari 2020 secara ytd. Di sisi kinerja keuangan lain, hingga September 2021 Holding BUMN Pertambangan mencatatkan pendapatan sebesar Rp63,8 triliun atau naik 34,9% dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk laba bersih naik 800% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu menjadi Rp9,82 triliun. EBITDA naik sebesar 179,4% menjadi Rp 19,8 triliun.
Sementara, aset tercatat Rp 202 triliun atau naik 1,6%. Net debt to EBITDA turun signifikan yakni 70% dibandingkan 2020, turun menjadi 2,3 kali.
"Secara ekuitas Alhamdulillah juga, lebih tinggi menjadi Rp 82,8 triliun. Debt to equity ratio, alhamdulillah masih pada rasio sehat pada level 1,1 kali atau alhamdulillah turun 24% dibandingkan ytd 2020," kata dia.
Meski membukukan kinerja keuangan yang membaik pada akhir tahun lalu, Hendi mencatat banyak permasalahan dalam proyek pertambangan yang dikelola MIND ID group. Padahal proyek-proyek pertambangan itu masuk dalam proyek strategis nasional (PSN).
Hendi merupakan Direktur Utama MIND ID yang baru, dia menggantikan posisi Orias Petrus Moedak yang sebelumnya menjabat sebagai orang nomor satu di jajaran Dewan Direksi Holding BUMN Pertambangan itu.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Hendi menyebut banyak permasalahan PSN di sektor pertambangan yang tidak teridentifikasi dan tidak tertangani secara proaktif dan preventif.
"Kami sudah melakukan pemetaan permasalahan dari banyak permasalahan yang ada di sisi proyek strategi nasional yang bernaung di bawah Group MIND ID yang tidak teridentifikasi dan tidak tertangani secara proaktif dan preventif," ungkap dia.
(Taufik Fajar)