Tak Lihat Antrean Beli Minyak Goreng, Mendag: Ada Masalah Hubungi Kemendag

Azhari Sultan, Jurnalis
Jum'at 25 Februari 2022 19:16 WIB
Mendag Tinjau Stok Minyak Goreng di Jambi. (Foto: Okezone.com/MPI)
Share :

JAMBI - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi meninjau langsung Pasar Modern Angsoduo Baru di Kawasan Pasar, Kota Jambi. Dirinya ingin mengetahui langsung permasalahan minyak goreng di Jambi.

Menurutnya, kedatangan ke Jambi untuk memastikan kelancaran pasokan minyak sayur, sehingga pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap minyak sayur bisa terpenuhi.

“Kedatangan saya ke Jambi bukan dalam rangka inspeksi mendadak, saya ke Jambi karena ingin memastikan bahwa stok barang di Provinsi Jambi dalam kondisi aman, sehingga tidak terjadi kelangkaan barang," kata Lutfi, Jumat (25/2/2022).

Dia menambahkan, ketersediaan minyak sayur di Provinsi Jambi sudah sesuai dengan data jumlah angka yang ada di dashboard milik Kementerian Perdagangan RI dengan data yang ada di lapangan.

Baca Juga: Ada Minyak Goreng Murah, Emak-Emak Tak Lagi Beli Rp40.000

Data di Provinsi Jambi, katanya, secara angka sangat positif dan baik sesuai dengan yang ada di lapangan, serta permasalahan distribusinya telah diatur oleh Pemerintah Provinsi Jambi.

"Saya mengucapkan terima kasih dan merasa bangga kepada Pemerintah Provinsi Jambi. Selain itu, di Provinsi Jambi tidak terjadi antrian panjang untuk membeli minyak sayur," ujarnya.

Dari beberapa Provinsi di Indonesia yang dikunjunginya, hanya Provinsi Jambi pertama kalinya secara angka bernilai positif dan baik, di mana pendistribusian barang sudah diatur oleh Pemerintah Provinsi Jambi, pencapaian ini agar terus dipertahankan.

"Pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagagangan akan menjamin ketersedian pasokan CPO agar tetap aman. Untuk itu, koordinasi dengan Dinas Perdagangan yang berada di daerah menjadi sangat penting guna memastikan upaya ini terlaksana dengan baik," tandas Lutfi.

Baca Juga: Jelang Ramadan 2022, Bagaimana Stok Minyak Goreng-Gula hingga Daging?

“Jika daerah menemui kendala atau permasalahan, dapat segera menghubungi Kementerian Perdagangan. Saya mengharapkan adanya kerja sama yang baik untuk memastikan ketersediaan minyak sayur dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Dia juga mengharapkan, Pemerintah Provinsi Jambi bersama para pengusaha untuk terus menjaga stabilasi harga agar tidak terjadi kelangkaan barang.

“Stabilisasi harga harus tetap dijaga, baik itu melalui operasi pasar dan lain sebagainya. Pemerintah Provinsi Jambi harus benar benar mengawal dan melakukan intervensi pasar agar tidak terjadi lonjakan harga dan kelangkaan barang yang begitu signifikan sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” pungkas Lutfi.

Sedangkan Gubernur Jambi Al Haris menyatakan, Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya dan berkomitmen dalam menjaga stabilitas perekonomian di Provinsi Jambi, terlebih ditengah pandemi Covid-19 dan kenaikan harga minyak sayur beberapa waktu yang lalu.

Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri Perdagangan RI yang bersedia hadir pada rapat ini dan ini menunjukkan kepedulian.

“Kehadiran Bapak Menteri di Jambi ini adalah suatu bentuk kepedulian beliau, dan kepekaan beliau terhadap isu-isu strategis yang sedang berkembang terkait perindustrian dan perdagangan, diantaranya terkait kenaikan dan kelangkaan minyak sayur secara siginifikan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Provinsi Jambi dalam waktu beberapa minggu terakhir," ujar Al Haris.

Dia menuturkan, kenaikan dan kelangkaan minyak sayur tentunya berdampak terhadap peningkatan perekonomian Provinsi Jambi.

“Permasalahan ini menjadi perhatian kita bersama, khususnya isu strategis terkait kenaikan dan kelangkaan minyak sayur. Saya meminta kepada Pemerintah kabupaten/kota se Provinsi Jambi, pengusaha, dan distributor untuk tetap menjaga stabilitas harga," tukas Al Haris.

Dia menambahkan, sebelumnya sudah mengadakan pertemuan bersama distributor minyak sayur yang ada di Jambi.

Hasilnya adalah untuk persediaan kebutuhan konsumsi minyak sayur di Provinsi Jambi dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Saya berpesan, kepada masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli barang secara berlebihan sehingga menyebabkan kelangkaan barang, karena kondisinya dalam keadaan aman,” ungkap Al Haris.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya