JAMBI - Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi Kombes Pol Christian Tory menegaskan, guna mencegah adanya kelangkaan minyak goreng (migor), Polda Jambi turun tangan untuk ikut mengawak distribusinya ke daerah.
Menurutnya, untuk ketersediaan minyak goreng di Jambi, terdapat minyak curah 1,5 juta liter.
Serta, besok akan datang lagi 400 ton atau berkisar 2 juta liter untuk minyak curah.
"Artinya untuk wilayah Jambi cukup tersedia minyak goreng," ujarnya saat memantau langsung ke pabrik minyak goreng lokal PT Kurnia Tunggal Nugraha (KTN) yang berada di kawasan Desa Talang Duku, Kabupaten Muarojambi, Jambi, Senin (28/2/2022).
BACA JUGA:Produsen Cari Bahan Baku Minyak Goreng Sesuaikan HET
Sedangkan untuk minyak kemasan, pabrik KTN di Talang Duku bisa memproduksi sekitar 28 ribu dus per hari.
"Jadi silahkan kepada masyarakat khususnya Jambi untuk mempergunakan minyak goreng produk kita (merek lokal) produksi Jambi. Tidak harus merek brany yang kita gunakan. Namun, produksi lokal juga bisa kita gunakan," tandasnya.
Dia juga menilai, tidak ada perbedaan dalam kemasan minyak goreng lokal dan nasional.
"Kami imbau gunakan minyak goreng yang tersedia produk lokal demi mengantisipasi kelangkaan minyak goreng di Jambi," harapnya.
BACA JUGA:Produksi Biodiesel Penyebab Harga Minyak Goreng Mahal?
Dia juga menambahkan, saat ini Polda Jambi siap mengawal pendistribusian minyak goreng ke daerah yang ada di Provinsi Jambi.
"Kalau perlu, kita pakai patroli pengawalan dalam pendistribusiannya untuk kelancaran sehingga sampai ke daerah dalam penyalurannya," jelasnya.
Dia membeberkan, bagi distributor atau penyalur di daerah yang ingin meminta minyak goreng lokal di KTN silakan melengkapi NPWP dan NIB.
Hal itu karena persyaratan tersebut untuk kelengkapan di Kementerian Perdagangan dan terdata langsung.
"Kelengkapan data yang diberikan distributor daerah untuk mengawasi pendistribusian minyak goreng sampai ke daerah dan sesuai peruntukannya," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)