6 Fakta Perang Rusia-Ukraina Bikin Ekonomi Terguncang hingga Sektor yang Diuntungkan

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis
Minggu 06 Maret 2022 05:39 WIB
Konflik Rusia-Ukraina hambat pemulihan ekonomi (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTAKonflik Rusia-Ukraina dimulai pada Kamis (24/2/2022) lalu. Perang ini terjadi setelah ketegangan yang kian meningkat selama berbulan-bulan antara kedua negara.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (21/2/2022) mengakui pembentukan dua negara di wilayah separatis Ukraina timur.

Berikut fakta perang Rusia-Ukraina yang dirangkum di Jakarta, Minggu (6/3/2022).

1. Sektor Ini Justru Raup Untung Besar

Perang Rusia-Ukraina diprediksi berlangsung lama, setelah tewasnya Jenderal Republik Chechnya Ramzan Kadyrov oleh rudal pasukan Ukraina. Melihat kondisi tersebut, ada beberapa sektor yang diprediksi bakal diminati investor selama perang ini belum berakhir.

Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pada pekan lalu bahwa harga emas dan komoditas diprediksi bakal terbang lagi, terutama minyak Brent. Hal itu karena minyak Brent merupakan bahan bakar pesawat (Avtur).

"Sesuai dengan prediksi harga emas dan minyak mentah terjadi GAP UP. Untuk emas dari USD1882 terbang ke USD1930, minyak WTI USD90 ke USD99," kata Ibrahim dalam keterangan resminya, Senin (28/2/2022). Tak hanya emas dan komoditas seperti minyak, indeks dollar juga ikut melesat dari USD96,50 menjadi USD97,50.

2. Investor Gelisah

Wall Street berakhir lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), berbalik melemah setelah naik tajam di sesi sebelumnya, dengan saham-saham pertumbuhan termasuk Tesla dan Amazon menekan Nasdaq, karena krisis Ukraina membuat investor terus gelisah.

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,29% atau 96,69 poin, menjadi menetap di 33.794,66 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 0,53% atau 23,05 poin, menjadi berakhir di 4.363,49 poin. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 1,56% atau 214,07 poin, menjadi ditutup di 13.537,94 poin.

Tesla anjlok 4,6% dan Amazon kehilangan 2,7%, keduanya berkontribusi lebih banyak daripada saham lainnya terhadap penurunan tajam Nasdaq.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya