Selain itu, isu sosial yang sedang berkembang di Indonesia juga menjadi faktor yang membuat investor berpikir ulang untuk berinvestasi di Indonesia. Isu ini berkaitan dengan isu pembebasan lahan, masyarakat adat hingga konflik yang tengah terjadi di dalam negeri.
"Namun diharapkan produksi ini meningkat karena harga minyak dunia saat ini sedang tinggi-tingginya. Di satu sisi, harga minyak tinggi ini memang membuat Indonesia mendapat windfall profit dari sisi hulu, namun di sisi hilir artinya jumlah subsidi energi akan lebih besar," katanya.
Tercatat pada 2021, realisasi lifting minyak mencapai 660 ribu bph, lebih rendah dari target dalam APBN 2021 sebesar 705 ribu bph. Sementara, realisasi lifting gas pada 2021 mencapai 5.501 MMSCFD, lebih rendah dari target APBN sebesar 5.638 MMSCFD.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)