Padahal, berdasarkan survei di 2019, literasi keuangan di pasar modal hanya sebesar 4,9%. Bahkan, tingkat inklusi keuangan pasar modal lebih rendah dari literasi keuangan yang hanya sebesar 1,6%.
"Unfortunately di pasar modal, terutama dibandingkan dengan perbankan, --yang literasinya tinggi naik hingga 36% pada 2019 dari 28% pada 2016--, di pasar modal termasuk yang terendah, kurang dari lima%, demikian juga dengan tingkat inklusi bahkan masih sangat rendah di bawah 2%," ujarnya.
Untuk meningkatkan literasi dan inklusi itu, ujar Laksono, BEI mengalokasikan banyak investasi dan bekerja sama dengan OJK dan anggota bursa untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan secara gratis kepada masyarakat.
"Kami lakukan melalui 30 cabang kami di Indonesia, melalui juga 644 galeri investasi dan 380 komunitas investasi," kata Laksono.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)