5. Mendag Salahkan Perang Rusia-Ukraina
Penyebab melonjaknya harga minyak goreng di pasaran saat ini dipicu oleh perang antara Rusia dan Ukraina. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi.
Sehingga diharapkan masyarakat bisa maklum dengan kondisi harga pasar saat ini.
Menurutnya, Rusia dan Ukraina merupakan negara yang memproduksi minyak dari biji bunga matahari. Namun, karena mereka berkonflik, pengguna minyak biji matahari atau sunflower dialihkan ke CPO.
Hal itulah yang mengakibatkan harga CPO menjadi mahal dan otomatis berimbas pada harga minyak goreng di dalam negeri.
"Invasi Rusia terhadap Ukraina ini menyebabkan harga-harga barang tinggi, terutama Rusia dan Ukraina ini penghasil daripada minyak sunflower penggantinya adalah minyak CPO sehingga menyebabkan harga minyak CPO Rp14.600 pada awal Februari menjadi Rp18.000 kemarin, dan sudah turun sedikit namun pada dasar naik karena mekanisme pasar," jelas Mendag di Pasar Senen.
6. Minyak Goreng Curah Tak Akan Dihapus
Pemerintah menegaskan keberadaan minyak goreng curah tidak akan dihapus. Sebab, keberadaan minyak goreng curah di pasaran mencakup 70% kebutuhan minyak goreng di Indonesia.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berbincang dengan media massa di kantornya, Jakarta, Kamis (18/3/2022).
"Market minyak goreng curah itu 70%. Market normal enggak bisa dihapus," kata Airlangga.
7. Tangkap Mafia
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto angkat bicara soal calon tersangka mafia minyak goreng yang akan diumumkan Senin depan.
Dugaan adanya praktek mafia minyak goreng membuat resah di masyarakat. Sebab, minyak goreng jadi langka diduga karena ada penimbunan dan penyelundupan.
"Tangkap saja," tegas Airlangga saat berbincang dengan media massa di kantornya, Jakarta, Kamis (18/3/2022).
(Kurniasih Miftakhul Jannah)