Harga Keekonomian BBM Non Subsidi Rp14.526 per Liter, Pertamax Naik Jadi Berapa?

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 21 Maret 2022 14:08 WIB
Harga BBM Pertamax Naik Jadi Berapa? (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Harga minyak dunia mengalami tren kenaikan. Tercatat, harga minyak mentah dunia yang berada di atas level USD110 per barel.

Sementara, harga minyak mentah Indonesia atau ICP hingga 17 Maret 2022 sebesar USD114,77 per barel yang akan berdampak pada harga produk atau bahan bakar minyak (BBM).

Pemerintah tetap menjaga harga BBM Pertalite sebesar Rp7.650 per liter, namun untuk bahan BBM non-subsidi seperti dengan kadar oktan (RON) 92 diserahkan kepada badan usaha apalagi harga keekonomiannya sudah lebih dari Rp14.000 per liter. Lalu apakah harga BBM Pertamax naik?

Terlebih lagi harga BBM Pertamax masih dijual Rp9.000 per liter dan menjadi BBM paling murah di kelasnya dibandingkan yang lain.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan harga BBM nonsubsidi sudah seharusnya mengikuti harga pasar. Pengguna BBM nonsubsidi adalah kalangan mampu sehingga kenaikan harganya tidak terlalu masalah karena mereka memiliki daya beli kuat. Apalagi setelah pandemi COVID-19 daya beli antara kelompok masyarakat atas dan bawah makin melebar.

“Kenaikan harga BBM nonsubsidi juga tidak akan mengganggu indikator ekonomi makro,” ujarnya, Senin (21/3/2022).

Baca Juga: Harga Belum Naik, Pertamax Jadi BBM Termurah di Asean?

Menurut Faisal, bila dilihat dari porporsi penggunaannya, BBM nonsubsidi tidak besar. Paling banyak penggunaannya dan subsidi terutama adalah Pertalite, kendati BBM dengan kadar oktan 90 ini tidak termasuk dalam BBM Penugasan.

“Inflasi BBM itu dipengaruhi terutama dari konsumsi Pertalite yang penggunaan lebih banyak dan mempengaruhi juga ke harga lain terutama sembako. Kalau Pertamax beda. Distribusi barang kan tidak pakai BBM Pertamax,” ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya