"Kita sudah komunikasikan ke pemerintah, mohon untuk mengoptimalisasikan lagi kinerja para distributor menjelang hari raya besar. Karena hari raya besar seperti dalam waktu dekat ini ramadhan dan idul fitri, akan ada peningkatan konsumsi," bebernya.
Roy berharap, jika pemerintah bisa mendorong para distributor untuk memasok ke ritel modern dan para produsen bisa memberikan harga minyak goreng yang terjangkau, industri ritel bisa kembali memberikan kontribusi yang tinggi pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
"Belajar dari pengalaman tahun lalu pada kuartal kedua, ketika pertumbuhan ekonomi 7,07% di masa hari raya besar, kami berharap, hal yang sama di kuartal kedua tahun 2022, bisa demikian," pungkasnya.
(Taufik Fajar)