JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi critical engine bagi pemulihan ekonomi nasional.
Sebab, kontribusi UMKM tercatat sebesar 61 persen dengan menyerap 97 persen tenaga kerja nasional.
Bahkan, UMKM berperan mendorong peningkatan investasi dan ekspor nasional. Investasi di sektor UMKM mencapai 60 persen dari total investasi nasional.
Sementara itu, kontribusinya terhadap ekspor nonmigas nasional mencapai 16 persen. Dari sektor UMKM ini, salah satu usaha yang mengalami pemulihan cukup baik ada di subsektor industri makanan dan minuman.
BACA JUGA:Menko Airlangga Sebut Ekonomi Syariah dan Industri Halal Punya Peluang Besar
Menko Perekonomian mengatakan, selama 2021, kinerja industri makanan dan minuman mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,54 persen (yoy).
Catatan ini lebih bagus dari tahun sebelumnya yang masih di angka 1,58 persen, dan lebih baik dari beberapa sektor industri lain.
Selain itu, subsektor penyediaan makan minum selama 2021 juga tumbuh 3,52 persen (yoy) lebih baik dari tahun 2020 sebesar minus 6,88 persen.
Menurut Airlangga, kebangkitan beberapa subsektor makanan dan minuman ini dapat dirasakan dari semakin banyaknya kemunculan UMKM minuman kekinian yang sedang digandrungi sebagai gaya hidup.