Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut merupakan bagian dari rencana pengembangan jaringan dan layanan kereta api sebagaimana diatur dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional dan kehadiran jalur kereta ini disambut antusias oleh masyarakat Garut dan sekitarnya.
“Saking antusiasnya, beberapa warga Garut sampai ikut dalam uji coba jalur ini. Salah satunya seorang bapak berusia 52 tahun yang mengaku terakhir melihat kereta yang melintas ini saat masih SD. Beliau mengaku sangat menanti dan merindukan kehadiran kereta api di Garut yang menyimpan banyak kenangan,” kata Menhub.
Menhub menuturkan, sejumlah warga yang turut ikut dalam uji coba ini bahkan ada yang rela datang dari sejumlah daerah seperti Purwakarta menuju Garut.
“Saya ikut merinding mendengar betapa antusiasnya warga Garut bahkan yang jauh-jauh datang dari kota lain untuk ikut uji coba. Mereka bilang terkesima dengan indahnya pemandangan di sepanjang jalur Cibatu-Garut,” ujarnya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Erick (Menteri BUMN) dan juga Dirut PT KAI yang memberikan dukungan kepada Kemenhub untuk menjalankan visi misi Presiden yaitu memastikan konektivitas ke seluruh daerah dalam rangka mempersatukan Indonesia. Semoga kehadiran pelayanan kereta api ini bisa memberikan nilai tambah bagi daerah Garut dan sekitarnya,” katanya.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo mengungkapkan Jalur Garut - Cibatu dibuka pertama kali pada tahun 1889 dan berhenti beroperasi pada tahun 1983.
“Melihat potensi yang ada, KAI mulai melakukan proses reaktivasi jalur tersebut sejak 2018. Dalam reaktivasi jalur sepanjang 19 km tersebut, juga dioperasikan kembali 3 stasiun yaitu Stasiun Garut, Wanaraja, dan Pasirjengkol. apresiasinya kepada seluruh pihak sehingga reaktivasi jalur Cibatu - Garut dapat terealisasi,” katanya.