Erick Thohir Ungkap Penyebab Kelangkaan dan Lonjakan Harga Komoditas Dunia

Suparjo Ramalan, Jurnalis
Rabu 30 Maret 2022 13:16 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)
Share :

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa gejolak harga komoditas baik pangan, minyak, hingga batubara di dunia disebabkan oleh situasi unbalance (ketidakseimbangan) bagi negara-negara di dunia. Akses kebutuhan negara lain terhadap suatu negara pun cukup terbatas.

Menurutnya saat ini terjadi ketidakseimbangan ekonomi negara-negara di dunia, sehingga menyebabkan kelangkaan dan melonjaknya harga komoditas secara global.

"Bagaimana gonjang ganjing komoditas sekarang, tidak seimbang. Harga batubara dari USD60 naik ke USD300. Minyak naik sampai USD 100, kedelai yang kita makan, tempe dan tahu naik. Artinya apa? Ada ketidakseimbangan ekonomi satu negara dengan negara lainnya," ujar Erick saat memberikan kuliah umum di Universitas Hasanudin Makassar, Rabu (30/3/2022).

Erick mengingatkan, tidak semua negara bisa berdiri di atas kaki sendiri. Dalam ekosistem ekonomi global, suatu negara membutuhkan supply komoditas dari negara lain. Siklus ini terus berputar karena tidak semua sumber daya alam (SDA) dimiliki negara manapun.

"Karena tidak mungkin semua negara bisa berdiri sendiri. Karena ada bahan-bahan yang tidak dimiliki suatu negara. Seperti pupuk, kita tidak punya prostat yang merupakan bahan baku pupuk," katanya.

Erick sendiri memperkirakan Indonesia akan mengalami guncangan rantai pasok (supply chain) sumber daya alam pada 2030. Pada periode itu, SDA atau komoditas diperkirakan mengalami peningkatan permintaan yang sangat signifikan.

Erick memperkirakan kondisi tersebut membuat keseimbangan atau ekuilibrium sumber daya alam atau komoditas di dalam negeri pun semakin meningkat tajam.

"Gonjang ganjing supply chain, itu terjadi salah satunya karena Covid juga, sehingga ekuilibrium SDA atau komoditas akan terus meningkat hingga 2030. Angka komoditas itu akan seperti ini (naik) dan di 2030 akan seperti ini (naik) dan tidak turun lagi. Artinya apa, memang akan terjadi goncangan dari pada supply chain," tutur Erick.

Perkara guncangan rantai pasok, lanjut Erick, membuat ongkos produksi menjadi sangat mahal. Hanya saja Erick optimistis permasalahan ini bisa ditangani pemerintah melalui proses hilirisasi sumber daya alam. Erick mencatat, kekayaan SDA yang didukung oleh market dan potensi ekonomi digital membuat Indonesia mampu menyelesaikan persoalan di masa mendatang.

"Tapi kita sepakat bahwa jangan takut, ekonomi kita terus tumbuh. SDA kita dengan adanya hilirisasi juga, ekonomi digital kita yang sangat besar akan terus tumbuh. Tapi ini yang pernah saya bilang, penting sekali kita memetakan posisi kita hari ini dan ke depan," kata dia.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya