Erick memperkirakan kondisi tersebut membuat keseimbangan atau ekuilibrium sumber daya alam atau komoditas di dalam negeri pun semakin meningkat tajam.
"Gonjang ganjing supply chain, itu terjadi salah satunya karena Covid juga, sehingga ekuilibrium SDA atau komoditas akan terus meningkat hingga 2030. Angka komoditas itu akan seperti ini (naik) dan di 2030 akan seperti ini (naik) dan tidak turun lagi. Artinya apa, memang akan terjadi goncangan dari pada supply chain," tutur Erick.
Perkara guncangan rantai pasok, lanjut Erick, membuat ongkos produksi menjadi sangat mahal. Hanya saja Erick optimistis permasalahan ini bisa ditangani pemerintah melalui proses hilirisasi sumber daya alam. Erick mencatat, kekayaan SDA yang didukung oleh market dan potensi ekonomi digital membuat Indonesia mampu menyelesaikan persoalan di masa mendatang.
"Tapi kita sepakat bahwa jangan takut, ekonomi kita terus tumbuh. SDA kita dengan adanya hilirisasi juga, ekonomi digital kita yang sangat besar akan terus tumbuh. Tapi ini yang pernah saya bilang, penting sekali kita memetakan posisi kita hari ini dan ke depan," kata dia.
(Taufik Fajar)