"Gunakanlah uang yang sudah disiapkan pemerintah melalui program KUR ini yg seharusnya tersedia di Bank Negara maupun bank-bank daerah untuk membangun pertanian kita. Kuncinya, kalo sudah panen bapak/ibu jangan lupa bayar utangnya/kreditnya. Pemuda pemuda ini, anak-anak milenial ini berpikirnya harus visioner, harus berpikir cerdas melihat masa depan yg cerah, seperti apa harus mengubahnya," katanya.
Ali mengajak insan pertanian dapat memanfaatkan peluang yang ada. "Tahun 2020 KUR yang dialokasikan kepada pertanian sebesar Rp50 triliun, dan realisasinya Rp55 triliun, yang ada tunggakan itu hanya 0,03 persen. Itu tugasnya PPL, Pak Kadis, Pak Bupati tugaskan itu PPL untuk mengawasi KUR itu. KUR itu dibayar nanti setelah panen, jangan dilupakan utangnya. Bunga KUR masa pandemi ini direlaksasi 3 persen," tuturnya.
Ia menambahkan, realisasi KUR tahun lalu pada 2021 adalah Rp70 triliun target dan terealisasi Rp85 triliun.
"Alhamdulillah dari data kita NPL nya sekitar 0,6 persen,pada tahun lalu nya dan tahun 2020 targetnya Rp50 triliun realisasinya Rp55 triliun, NPL 0.03 persen. Kita berharap pada 2022 ini dengan target KUR sekitar Rp90 triliun dapat dimanfaatkan oleh petani dgn sebaik-baiknya dan mudah-mudahan cukup serta berdampak signifikan positif terhadap kinerja pertanian kita," ucapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Sumsel Bambang Pramono mengatakan sengaja datang kesini untuk menyerahkan alsintan dalam program taxi alsintan. Ia mengungkapkan, program ini sudah dicanangkan oleh Menteri Pertanian. Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Banyuasin, dipilih untuk menjadi tempat model pengembangan program taxi alsintan.