Dia menambahkan contoh lain juga saat pasca panen. Misalnya petani menanam jagung ataupun padi, seringkali petani membutuhkan alat pengering supaya kadar laktosanya itu rendah. Karena jika kadar laktosanya tinggi, maka komoditas yang dihasilkan jadi tidak sehat.
Maka dari itu, jika tidak ada solar, alat pengering tidak bisa berfungsi dengan sangat baik.
Kemudian setelah panen, proses selanjutnya adalah pengantaran dari tempat produksi ke gudang penyimpanan.
BACA JUGA:Harga BBM Naik Dinilai demi Kendalikan Subsidi Energi
Proses ini membutuhkan jasa logistik. Jika pada proses pengiriman logistik itu terganggu karena alasan sulit mendapatkan solar, maka akan berdampak pada konsumen. Di mana konsumen harus menanggung beban biaya pengangkutan yang lebih tinggi sehingga harga komoditas yang dijual di pasar menjadi lebih mahal.
"Jadi ini justru malah menambah volatiliti harga pertanian yang sekarang ini minyak goreng sudah meningkat lalu kemudian BBM meningkat, ditambah lagi komoditas pertanian meningkat," terangnya.
Menurut kacamatanya, dari semua ini yang dirugikan adalah masyarakat luas, karena daya belinya menjadi rendah.