Logikanya, saat harga beli meningkat tapi tidak diimbangi dengan kemampuan ekonomi maka daya belinya jadi menurun.
Lebih lanjut, dia berpendapat, kelangkaan BBM bersubsidi ini perlu check and recheck.
BACA JUGA:Permintaan BBM dan Elpiji Diprediksi Meningkat saat Lebaran 2022, Pertamina: Jangan Panic Buying
Karena diduga ada penyelewengan dari sektor industri. Misalnya, industri kelapa sawit dan pertambangan membeli solar yang bersubsidi itu.
"Jika dilihat, pangsa pasar BBM subsidi sebanyak 93 persen, 7 persen sisanya adalah BBM nonsubsidi yang dijual dengan harga keekonomian. Karena berdasarkan data yang ada, penjualan BBM nonsubsidi menurun, sementara penjualan BBM subsidi meningkat," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)