Oleh karena itu, Jokowi menegaskan agar meningkatkan produktivitas dan kemandirian di sektor pangan dan energi. “Lakukan secara fokus dengan skala yang masif di kawal di monitor agar betul-betul berjalan.”
Keempat, tingkatkan investasi yang akan menciptakan lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya. “Ini rebutan antar negara. Kalau pelayanan perizinan kita belum cepat di pusat maupun di daerah segera sederhanakan dan percepat layani semua yang berkaitan dengan investasi.”
“Oleh sebab itu kita harus kreatif mencari sumber-sumber pembiayaan baru yang inovatif dengan terus meningkatkan kemudahan berusaha dan daya tarik investasi,” kata Jokowi.
Kelima, mulai ketentuan sesuai regulasi defisit di bawah 3% PDB . “Karena itu perencanaan harus betul-betul rinci, perencanaan harus betul-betul detail, harus betul-betul tepat. Lakukan penajaman belanja, sehingga kualitas belanja semakin baik semakin meningkat optimalkan penerimaan perpajakan,” paparnya.
Keenam, agenda-agenda strategis untuk peningkatan SDM harus terus berjalan. Jokowi dalam hal ini meminta agar percepatan kemiskinan ekstrim, angka sunting yang kedua harus diturunkan, peningkatan kualitas SDM melalui transformasi di bidang kesehatan, peningkatan akses dan kualitas pendidikan dan juga upskiling reskilling tenaga kerja agar semakin produktif dan kompetitif.
Ketujuh, siapkan pelaksanaan Pemilu 2024 mulai Juni 2022. “Kita harus mempersiapkan pelaksanaan pemilu yang tahapannya di mulai nanti di Juni tahun 2022,” kata Jokowi.
“Saya minta seluruh kementerian lembaga dan pemerintah daerah provinsi kabupaten dan kota mendukung pelaksanaan tugas KPU dan Bawaslu. Termasuk tentu saja dukungan anggaran baik dari APBN maupun APBD agar pemilu terselenggara dengan baik sukses dan lancar,” paparnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)