Rincian Harga Referensi CPO Mei 2022, Biji Kakao Naik 5%

Advenia Elisabeth, Jurnalis
Jum'at 29 April 2022 18:23 WIB
Ilustrasi minyak. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kementerian Perdagangan merilis harga referensi produk crude palm oil (CPO) untuk penetapan bea keluar (BK) periode Mei 2022 adalah USD1.657,39/MT.

Harga referensi tersebut menurun sebesar USD130,11 atau 7,28% dari periode April 2022, yaitu sebesar USD1.787,50/MT.

Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 21 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.

 BACA JUGA:Waduh! Mafia Minyak Goreng RI Disebut Masih Beraksi Lewat 4 Pintu Ini

“Saat ini harga referensi CPO telah jauh melampaui threshold USD 750/MT. Untuk itu, Pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD 200/MT untuk periode Mei 2022,” kata Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Veri Anggrijono, Jumat (29/4/2022).

BK CPO untuk Mei 2022 merujuk pada Kolom 12 Lampiran I Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No. 1/PMK.010/2022 sebesar USD 200/MT.

Nilai tersebut tidak berubah dari BK CPO untuk periode April 2022.

Di sisi lain, Veri menerangkan, untuk harga referensi biji kakao pada Mei 2022 sebesar USD 2.596,18/MT meningkat 0,12% atau USD 3,17 dari bulan sebelumnya, yaitu sebesar USD 2.593,01/MT. Hal ini berdampak pada peningkatan HPE biji kakao pada Mei 2022 menjadi USD 2.307/MT, meningkat 0,15% atau USD 3,36 dari periode sebelumnya, yaitu sebesar USD 2.303/MT.

"Penurunan harga referensi CPO dipengaruhi oleh pencabutan kebijakan Domestic Market Obligation dan Domestic Price Obligation yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia," paparnya.

Namun, kata Veri, penurunan tersebut tidak signifikan karena masih dipengaruhi oleh beberapa faktor geopolitik, diantaranya invasi Rusia terhadap Ukraina yang masih berlangsung serta penguncian wilayah (lockdown) di Shanghai, Tiongkok yang memicu kekhawatiran pemulihan ekonomi dunia.

 BACA JUGA:Kebijakan Ekspor Minyak Goreng Dirombak, Bagaimana Nasib Petani Sawit?

Sementara itu, peningkatan harga referensi dan HPE biji kakao dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diungkapnya, secara tren harga kakao menurun yang disebabkan karena melimpahnya pasokan dari negara produsen, yaitu Pantai Gading dan Nigeria. Namun, karena ada perbedaan waktu dalam pengambilan data maka harga referensi kakao meningkat 0,12% dari bulan sebelumnya.

"Peningkatan ini tidak berdampak pada BK biji kakao, yaitu tetap 5 persen. Hal tersebut tercantum pada Kolom 2 Lampiran I Huruf B Peraturan Menteri Keuangan No. 1/PMK.010/2022," jelasnya.

Sedangkan, tambahnya, untuk HPE produk kulit tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnya sedangkan untuk produk kayu, terdapat beberapa perubahan HPE. BK produk kayu dan kulit tidak mengalami perubahan yang tercantum pada Lampiran II Huruf A Peraturan Menteri Keuangan No.1/PMK.010/2022.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya