Sri Mulyani Waspadai Kenaikan Suku Bunga AS

Michelle Natalia, Jurnalis
Selasa 07 Juni 2022 19:09 WIB
Sri Mulyani. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai situasi inflasi di Amerika Serikat (AS) yang sudah mencapai 8%, Inggris 9%, dan Eropa 7%.

Dia mengatakan dari situasi tersebut, tidak memungkinkan bagi negara-negara itu untuk menjaga suku bunga di level yang rendah.

"Ini yang terjadi di AS di mana sekarang di seluruh dunia menggunakan dolar AS lebih dari 60% sehingga dolarisasi itu mempengaruhi. Setiap kebijakan Fed Funds Rate pasti akan mempengaruhi seluruh dunia," ujar Sri dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPD RI di Jakarta, Selasa(7/6/2022).

 BACA JUGA:Sri Mulyani Blakblakan Subsidi Energi Bisa Naik 5 Kali Lipat

Secara historis, AS dalam 40 tahun terakhir, ketika inflasi melonjak tinggi, maka akan direspon dengan kenaikan suku bunga.

Berdasarkan chart data dari tahun 1970 hingga 2022, pada saat inflasi tinggi yang kemudian menyebabkan suku bunga naik adalah ketika terjadi perang di Iran-Irak, embargo minyak, dan waktu terjadinya berbagai situasi kenaikan pressure dari sisi harga minyak.

"Fed Funds Rate melakukan overshooting untuk memukul inflasi kembali turun. Namun, yang turun ke bawah tidak hanya inflasi, tetapi juga pertumbuhan ekonomi AS. Pada saat inflasi tinggi, dan bahkan ketika Fed Funds Ratenya mencapai 20%, bayangkan dari 0 bisa sampai setinggi itu," jelasnya.

Kepada Komite IV DPD RI, Sri menyampaikan bahwa dalam lingkungan kebijakan mereka, terbiasa dengan harga dolar AS dengan suku bunga selalu rendah selama tahun 2010 hingga sekarang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya