Menurutnya melalui kehadiran bendungan tersebut dapat memudahkan para petani untuk mengatur pola tanamnya.
Karena ketersediaan air yang melimpah dan dukungan aliran irigasi.
"Air dari bendungan ini cukup bisa diatur, dalam artian kita tergantung pola tanamnya, bisa 2 kali, bisa 3 kali," jelasnya.
Sehingga dengan frekuensi tanam yang bisa di tambah dari adanya dukungan ketersediaan air dan sarana daerah irigas, maka diharapkan bisa meningkatkan produktivitas pertanian.
Suparji mengatakan saat ini luasan irigasi di Indonesia totalnya adalah 9,1 juta hektare.
Jumlah itu terdiri dari irigasi permukaan 7,1 hekare, rawa 1,6 juta hektare, irigasi air tanah 113 ribu hektare, irigasi pompa 44 ribu hektare dan irigasi tambak 198 ribu hektare.
"Untuk kondisi, tentunya jumlah itu masih kurang, kalau kita konversi pada jumlah penduduk, tentu ini perlu dikembangkan melalui pembangunan baru maupun rehabilitasi," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)