Jokowi juga meminta pembangunan Bendungan Sepaku Semoi dapat diselesaikan lebih cepat dari rencana. Semula bendungan ini akan rampung pada Desember 2023, namun sesuai instruksi, Brantas Abipraya akan bekerja lebih cepat agar bendungan ini rampung pada awal 2023.
Proyek Strategis Nasional (PSN) ini juga akan menambah pasokan air baku untuk wilayah Balikpapan dan Penajam Paser Utara.
Mulai konstruksi pada Juli 2020 lalu, bendungan ini memiliki luas genangan kurang lebih 280 hektar, sehingga nantinya saat musim kemarau bendungan ini dapat menyuplai air.
"Jadi masyarakat tak perlu lagi khawatir akan tertimpa kekeringan di area persawahannya, ini pun dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Bendungan juga dapat mengendalikan banjir dengan mereduksinya sebesar 55 persen di daerah aliran sungai (DAS) Sungai Tengin," jelasnya.
Bendungan Sepaku Semoi memiliki tinggi 25 meter dan panjang 450 meter.
Adapun tipe bendungan ini adalah urugan tanah homogen. Bendungan inipun nantinya berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata di Kalimantan Timur.
Selain sedang merampungkan Bendungan Sepaku Semoi, Brantas Abipraya juga sedang mengerjakan beberapa proyek bendungan dan irigasi yang menjadi PSN, yang lokasinya tersebar di tanah air.
Di antaranya, bendungan tertinggi di Indonesia yaitu Bendungan Bener yang terletak di Purworejo-Jawa Tengah, Bendungan Semantok di Nganjuk, Jawa Timur yang bakal menjadi bendungan terpanjang se-Asia Tenggara, serta Bendungan Ciawi di Jawa Barat yang merupakan bendungan kering pertama di Indonesia.
(Zuhirna Wulan Dilla)