Dia mengatakan, Rusia mampu menghasilkan sekitar USD1 miliar per hari dari ekspor bahan bakar fosil. Selain itum Rusia juga tidak memiliki rencana untuk meminjam lebih banyak.
Kepala Eksekutif Macro Advisory, Chris Weafer juga menilai Rusia tidak perlu mengumpulkan uang secara internasional karena Rusia menuai pendapatan dari komoditas mahal seperti minyak. Dia mengatakan, itu akan menciptakan masalah "warisan" jika situasi dengan Ukraina dan sanksi internasional membaik.
"Ini adalah jenis tindakan yang akan menggantungkan ekonomi dan membuat pemulihan jauh lebih sulit ketika kita sampai ke tahap itu," katanya.
Pembayaran bunga USD100 juta akan jatuh tempo pada 27 Mei, akan dikirim ke Euroclear, bank yang kemudian akan mendistribusikan pembayaran kepada investor. Tetapi pembayaran itu terhenti di sana, menurut Bloomberg News, dan kreditur belum menerimanya.
Sementara itu, beberapa pemegang obligasi Rusia Taiwan dalam denominasi euro belum menerima pembayaran bunga.
Uang belum tiba dalam waktu 30 hari dari tanggal jatuh tempo, yaitu Minggu malam, dan dianggap sebagai default.
Euroclear tidak akan mengatakan apakah pembayaran telah diblokir, tetapi mengatakan pihaknya mematuhi semua sanksi, yang diperkenalkan setelah invasi Rusia ke Ukraina.
(Zuhirna Wulan Dilla)