3. Meningkatkan mobilitas perkotaan yang berkelanjutan di kota-kota metropolitan pesisir
Proyek ini dipimpin oleh WRI Indonesia, proyek ini akan membantu meningkatkan dan menerapkan strategi mobilitas perkotaan rendah karbon, inklusif, tangguh, dan aman di kota metropolitan pesisir Makassar dan Surabaya, yang rentan terhadap kenaikan permukaan laut dan banjir.
4. Dekarbonisasi transportasi inklusif di Indonesia
Proyek ini dipimpin oleh Stockholm Environment Institute di University of York, proyek ini akan berkontribusi pada rencana Kementerian Perhubungan untuk mengurangi emisi karbon transportasi perkotaan, serta memberikan dukungan kepada otoritas Kota Medan Raya untuk mengembangkan, membiayai, mengimplementasikan, dan mempercepat proyek transportasi rendah karbon secara menyeluruh.
5. Mobilitas bersih untuk metropolitan Jakarta
Instansi Kebijakan Transportasi dan Pembangunan (ITDP) akan memberikan dukungan kepada Otoritas Transit Jakarta Metropolitan (BPTJ) dan Pemerintah Jakarta untuk meningkatkan tingkat transportasi rendah karbon di seluruh kota, dan melihat bagaimana pendekatan ini dapat ditingkatkan secara nasional.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub Hendro Sugiatno mengatakan, pihaknya menyambut baik pelaksanaan kerja sama yang terjalin antara Indonesia dan Inggris.
"Melalui program ini kami percaya bahwa upaya dalam peningkatan kualitas mobilitas sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi dan penangan dampak perubahan iklim harus sejalan," bebernya.
"Kerja sama ini diharapkan mengembangkan sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," tambahnya.
Adapun nantinya proyek ini akan mendukung beberapa kota di Indonesia termasuk Semarang, Medan, Surabaya, Makassar dan juga DKI Jakarta.
(Zuhirna Wulan Dilla)